94. Syafaat Al-Quran: Pembela di Hari yang Paling Sulit ​
Siapa yang akan membelamu saat tidak ada yang bisa membantu?
Pernahkah kamu merasa sangat butuh "orang dalam" saat punya masalah hukum atau birokrasi? Kita butuh seseorang yang punya pengaruh untuk membela kita agar selamat dari hukuman.
Kita sering merasa tenang kalau kenal sama orang yang punya kekuasaan. Tapi tahukah kamu—di hari Kiamat nanti, saat semua orang dalam keadaan ketakutan dan tidak ada lagi koneksi manusia yang berguna, akan ada satu "Pengacara" yang sangat dihormati Allah? Inilah Al-Quran.
Pembela Langit ​
Al-Quran bukan sekadar kitab yang dibaca. Beliau adalah "makhluk" yang punya kemampuan untuk berbicara di hadapan Allah. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa Quran akan datang di hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang akrab dengannya.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Bacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada pembacanya." (HR. Muslim)
Saat timbangan amalmu lagi pas-pasan, atau saat kamu sedang diinterogasi malaikat, Quran akan datang dan berkata kepada Allah: "Ya Allah, aku membuatnya kurang tidur di malam hari karena membacaku, maka izinkan aku memberinya syafaat!"
Hubungan yang Perlu Dibangun ​
Sistem dunia sering mengajarkan kita untuk menganggap Quran hanya sebagai benda keramat yang dipajang di dinding, dipakai saat akad nikah, atau dibaca saat ada orang mati. Mereka ingin kita menjauh dari "isi" dan "instruksi" Quran.
Akibatnya? Banyak umat Islam yang buta terhadap solusi-solusi yang ada di dalam Quran. Kita punya "Manual Book" yang sangat canggih, tapi kita lebih memilih pakai teori-teori manusia.
Menjadi Muslim berarti menjadikan Quran sebagai Pemimpin (Imam). Kedekatan dengan Quran bukan hanya lewat tilawah merdu, tapi juga lewat perjuangan untuk memahami dan menerapkan ajaran-ajarannya.
Bisa Membela atau Menuntut ​
Setiap ayat yang kita baca dan kita abaikan akan ditanya pertanggungjawabannya. Di hadapan Allah, Quran bisa jadi pembela kita, tapi beliau juga bisa jadi penuntut kita kalau kita cuma jadikan beliau pajangan.
Keselamatan kita tergantung pada sejauh mana kita menjadikan Quran sebagai standar berpikir dan bertindak kita.
Refleksi ​
Kapan terakhir kali kamu baca Quran dengan tadabbur—memikirkan maknanya? Kapan terakhir kali kamu terharu saat mendengar ayat-ayat perjuangan?
Berhentilah jadi Muslim yang "asing" sama kitabnya sendiri. Mulailah untuk akrab dengan Quran setiap hari. Jadikan dia teman curhatmu, teman diskusimu, dan teman perjuanganmu.
Syafaat sudah kita usahakan. Tapi sebelum syafaat itu bekerja, ada satu proses yang harus kita lalui—proses di mana semua rahasia hidup kita akan dibuka lebar-lebar tanpa bisa disembunyikan lagi.