81. Umar bin Khattab: Keadilan yang Menggetarkan Dunia โ
Seberapa tegaskah kau dalam menegakkan kebenaran?
Pernah merasa "minder" jadi muslim? Takut dibilang radikal, takut dibilang ketinggalan zaman, atau takut menampilkan identitas Islam di depan umum. Kita sering merasa "lemah" di hadapan dominasi peradaban lain yang kelihatannya lebih hebat.
Dalam sejarah, ada sosok yang begitu masuk Islam, langsung mengajak Rasulullah SAW untuk sholat di depan Ka'bah secara terbuka.
Pembawa Kemuliaan โ
Dan ketika beliau menjadi pemimpin, beliau membuat dua negara adidaya (Romawi dan Persia) gemetar hanya lewat ketegasan hukumnya. Itulah Umar bin Khattab, sang pembawa kemuliaan Islam.
Umar bin Khattab diberi gelar Al-Faruq oleh Nabi SAW karena melalui beliau, Allah memisahkan antara yang haq dan yang bathil secara tegas. Beliau tidak punya kamus "kompromi" dalam urusan Syariat.
Ketika menjadi Khalifah, beliau memimpin dengan kesederhanaan yang luar biasaโtidur di bawah pohon tanpa pengawalโtapi keadilannya dirasakan sampai ke pelosok wilayah yang luas.
ุฃูุดูุฏููุงุกู ุนูููู ุงูููููููุงุฑู ุฑูุญูู ูุงุกู ุจูููููููู ู ...
"...keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka..." (QS. Al-Fath: 29)
Umar membuktikan bahwa kemuliaan datangnya dari ketaatan pada Allah, bukan dari pakaian mewah atau protokol pengawalan yang ketat. Beliau tegas pada kezhaliman tapi lembut dan menangis saat tahu ada rakyatnya yang kelaparan.
Politik Pengurusan Rakyat โ
Kita hidup untuk menjadi pemimpin yang menegakkan keadilan Allah secara total, sehingga tidak ada lagi manusia yang berani menindas manusia lainnya.
Saat ini, kita sering melihat pemimpin yang hanya pandai "pencitraan." Mereka kelihatan baik di depan kamera, tapi kebijakannya menindas rakyat kecil demi kepentingan kelompok tertentu. Mereka takut pada opini negara besar dan lebih memilih jadi "pengikut" daripada jadi pemimpin yang berdaulat.
Mereka memisahkan moralitas agama dari urusan negara. Hasilnya? Hukum hanya jadi alat untuk menindas yang lemah dan melindungi yang berkuasa.
Umar membuktikan bahwa politik Islam adalah politik pengurusan rakyat. Beliau sendiri yang menggulung karung gandum untuk janda yang kelaparan. Beliau menerapkan hukum Syariat tanpa pandang bulu, bahkan kepada anaknya sendiri.
Identitas yang Bangga โ
Sebagai muslim, kita harus punya keberanian untuk menampilkan identitas Islam dengan bangga.
Setiap kebijakan yang diambil oleh seorang penguasa akan dituntut di mahkamah Ilahi. Umar sangat takut kalau ada seekor keledai yang terperosok gara-gara jalanan rusak di wilayahnya, beliau merasa akan dimintai pertanggungjawabannya.
Keadilan Umar di dunia adalah tiket untuk mendapat posisi istimewa di bawah naungan Arasy Allah nanti.
Jangan jadi pemuda penakut. Banggalah jadi muslim. Tunjukkan identitas Islammu lewat akhlak yang tegas terhadap kemungkaran dan lembut terhadap sesama mukmin. Belajarlah cara memimpin yang amanah selevel Umar.
Jangan mau disetir oleh opini publik yang merusak prinsipmu. Jadilah pemuda yang kehadirannya membuat para pelaku maksiat berpikir seribu kali untuk berbuat jahat.
Umar telah menunjukkan keadilannya. Sekarang, mari kita melihat teladan kedermawanan dari Utsman bin Affan.