Skip to content

76. Asiyah (Istri Fir'aun): Keimanan di Tengah Kekuasaan Zalim

Bagaimana tetap berpegang teguh pada iman ketika lingkungan tidak mendukung?


Pernah merasa "terjebak" di lingkungan yang tidak mendukung keislamanmu? Mungkin di keluarga, kantor, atau lingkungan pertemanan yang penuh godaan. Kamu ingin taat tapi takut dijauhi, dikucilkan, atau kehilangan posisi. Rasanya seperti berjalan sendirian di tengah keramaian yang berlawanan arah.

Asiyah binti Muzahim mengalami hal yang jauh lebih ekstrem. Beliau hidup sebagai istri penguasa paling zalim di bumi: Fir'aun.


Pilihan di Istana Kemewahan

Asiyah memiliki segalanya: perhiasan, pelayan, dan kekuasaan sebagai permaisuri. Namun ketika beliau melihat kebenaran yang dibawa Nabi Musa AS, beliau memilih beriman.

Fir'aun marah besar dan menyiksa beliau di bawah terik matahari, mengikat tangan dan kakinya, serta menindih badannya dengan batu raksasa. Tapi lihat doa beliau di detik-detik terakhir:

رَبِّ ابْنِ لِي عِندَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

"Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim." (QS. At-Tahrim: 11)

Asiyah tidak meminta diselamatkan dari siksaan. Beliau hanya minta "Rumah di sisi Allah." Beliau menolak kemewahan istana yang fana demi kenikmatan abadi.


Kebebasan Sejati

Kebebasan sejati adalah saat hatimu tidak bisa dijajah oleh sistem sehebat apapun.

Kita sering dihadapkan pada pilihan: mengikuti prinsip atau mengikuti kemudahan. Banyak yang merasa iman mereka luntur karena takut kehilangan fasilitas, jabatan, atau kenyamanan hidup. Lebih memilih rida atasan daripada rida Allah.

Asiyah membuktikan bahwa iman adalah kekayaan yang paling mahal. Beliau berani menjadi oposisi di jantung kekuasaan musuh.

Setiap rasa sakit yang kita tahan demi menjaga iman akan jadi saksi kemuliaan kita. Allah membuat Asiyah bisa melihat rumahnya di surga saat sedang disiksa, sehingga beliau meninggal sambil tersenyum.


Inspirasi untuk Kita

Di akhirat nanti, Asiyah dikumpulkan bersama wanita-wanita terbaik sepanjang masa. Keteguhan kita hari ini di tengah lingkungan yang sulit adalah bekal untuk mendapat "Rumah di Sisi Allah."

Jangan mudah menyerah pada keadaan lingkunganmu. Jika kamu merasa sendirian berjuang di kantor atau di sekolah, ingatlah Asiyah. Tetap jaga imanmu, tetap berdakwah dengan hikmah, dan jangan pernah menggadaikan prinsip hanya untuk cari aman. Kamu mungkin tidak punya kuasa untuk mengubah seluruh sistem sekarang, tapi kamu punya kuasa penuh untuk menjaga hatimu tetap sujud pada Allah.


Asiyah telah teguh di istana musuh. Sekarang, kita akan melihat bagaimana keberanian seorang ibu bisa menyelamatkan satu peradaban: kisah Ibu Nabi Musa AS.

Dibuat dengan ❤️ untuk umat Islam