Skip to content

08. Hakikat Jin & Iblis: Kisah Pembangkangan Pertama

Mengapa ada kejahatan di dunia ini?


Dalam film-film horror atau fantasy, sosok Jin atau Iblis sering digambarkan sebagai monster menyeramkan yang cuma hobi bikin orang kesurupan.

Tapi, Al-Quran punya penjelasan yang jauh lebih mendalam. Jin dan Iblis bukan cuma soal hal mistis—mereka adalah pelajaran tentang sombong dan pembangkangan.

Memahami kisah mereka adalah kunci untuk memahami kenapa dunia ini penuh dengan konflik dan kesesatan.


Diciptakan dari Api

Jin adalah makhluk yang diciptakan dari unsur api:

وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ السَّمُومِ

"Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (manusia) dari api yang sangat panas." (QS. Al-Hijr: 27)

Mereka hidup di dimensi lain yang tidak terlihat oleh manusia, tapi mereka bisa melihat kita.


Momen yang Mengubah Segalanya

Perselisihan dimulai saat Allah menciptakan Nabi Adam AS dan memerintahkan semua penduduk langit untuk sujud sebagai bentuk penghormatan.

Semua sujud—kecuali Iblis.

Allah bertanya:

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ

"Allah berfirman: 'Apakah yang menghalangimu untuk bersujud di waktu Aku menyuruhmu?'" (QS. Al-A'raf: 12)

Iblis menjawab dengan kalimat yang menjadi akar dari segala keburukan:

أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ

"Iblis menjawab: 'Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah'." (QS. Al-A'raf: 12)


Pelajaran Mendalam

Dari jawaban Iblis, kita belajar sesuatu yang fundamental:

Kemuliaan bukan ditentukan oleh bahan baku (ras/materi), melainkan oleh ketaatan.

Iblis adalah pencetus pertama logika berbahaya ini: "Materi saya lebih mulia, maka saya lebih baik."

Ini adalah benih dari rasisme dan superioritas materi—menganggap diri lebih unggul hanya karena asal usul, harta, atau status sosial.


Strategi Iblis yang Terus Berlanjut

Iblis tidak berhenti pada penolakan sujud saja. Dia meminta izin untuk menggoda manusia sampai hari kiamat:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ۝ ثُمَّ لَآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَائِلِهِمْ

"Iblis berkata: 'Maka karena Engkau telah menyesatkan aku, saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya benar-benar akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.'" (QS. Al-A'raf: 16-17)

Strateginya adalah menyerang dari segala arah—membuat manusia lupa akan tujuannya, sibuk dengan ambisi, kemarahan, dan persaingan materi sampai lupa pada kerendahan hati.


Mengapa Ini Penting bagi Kita?

Memahami kisah Iblis menjelaskan banyak hal tentang kehidupan kita:

  • Kenapa ada konflik yang tidak perlu?
  • Kenapa manusia saling merendahkan?
  • Kenapa kesombongan begitu mudah merusak hubungan?

Logika Iblis adalah logika yang menolak aturan karena merasa lebih tahu. Dia merasa lebih hebat, lebih punya hak untuk menentukan sikap sendiri berdasarkan egonya.

Sound familiar?


Refleksi

Jangan mau kena prank Iblis.

Rasisme, rasa sombong karena punya gadget lebih mahal, atau merasa paling benar sendiri adalah "jejak kaki" Iblis di hati.

Lawan superioritas materi dengan kerendahan hati. Ingat, musuh terbesarmu bukanlah orang lain—tapi ego yang mengajakmu merasa "lebih tahu" daripada aturan Allah yang Mahatahu.

Iblis mencoba merusak dari luar. Tapi, tahukah kamu kalau jauh sebelum kita lahir ke bumi, kita sudah punya "perjanjian" dengan Allah di kedalaman jiwa kita?

Mari kita bedah kisah Penciptaan Ruh.

Dibuat dengan ❤️ untuk umat Islam