02. Expanding Universe: Langit yang Terus Meluas
Mengapa alam semesta tidak pernah diam?
Di cerita sebelumnya, kita telah melihat bagaimana alam semesta bermula dari satu titik singularitas—sebuah momen "The First Command" yang memisahkan langit dan bumi yang tadinya menyatu.
Tapi ternyata, penciptaan itu tidak berhenti di situ.
Langit yang kita lihat malam ini bukanlah pemandangan statis. Galaksi-galaksi di atas sana sedang bergerak—meluncur dengan kecepatan luar biasa menjauhi kita. Fenomena ini namanya Expanding Universe.
Penemuan yang Terlambat 1400 Tahun
Edwin Hubble baru menemukan ekspansi alam semesta ini pada tahun 1929 lewat pergeseran spektrum cahaya merah (redshift). Sebelumnya, para ilmuwan percaya bahwa alam semesta itu statis—tidak berubah, tidak punya awal dan akhir.
Tapi bagi yang membaca Al-Quran, fakta "revolusioner" ini sebenarnya sudah tertulis sejak abad ke-7.
Dalam Surah Az-Zariyat ayat 47, Allah SWT menegaskan:
وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ
"Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (QS. Az-Zariyat: 47)
Perhatikan kata Musi'un. Dalam tata bahasa Arab, ini adalah bentuk active participle yang menunjukkan perbuatan yang sedang dan terus dilakukan. Allah tidak bilang "Kami sudah meluaskannya" (bentuk lampau), tapi "Kami benar-benar meluaskannya" (berkelanjutan).
Menolak Narasi "Semesta Statis"
Sebelum penemuan Hubble, banyak ilmuwan ateis bersikukuh bahwa alam semesta ini statis—tidak punya awal dan tidak punya akhir.
Kenapa narasi ini begitu penting bagi mereka?
Karena kalau semesta itu statis dan abadi, berarti tidak butuh Pencipta. Tapi fakta bahwa semesta ini berekspansi secara otomatis membuktikan bahwa jika kita menarik garis waktu ke belakang, semuanya akan kembali ke satu titik asal.
Ekspansi adalah bukti bahwa ada "Awal", dan setiap yang punya "Awal" pasti ada yang "Mengawali".
Apa Artinya bagi Kita?
Jika Allah sanggup meluaskan langit yang beratnya tak terukur itu setiap detiknya, bayangkan betapa mudahnya bagi Allah memberi solusi atas masalah hidupmu.
Kesadaran ini mengajarkan kita beberapa hal:
Pertama, kerendahan hati. Kita hanyalah titik mikroskopis dalam desain agung-Nya. Tidak ada alasan bagi kita untuk sombong atau merasa "berkuasa" di bumi.
Kedua, kekuasaan Allah itu unlimited. Jika Dia mengatur galaksi-galaksi, Dia pasti mengatur urusanmu.
Ketiga, segala sesuatu punya batas. Fisika mengenal teori Big Crunch, di mana suatu saat ekspansi akan berhenti dan alam semesta akan mengerut kembali. Quran menyebutnya sebagai Kiamat.
Refleksi
Jangan mau terjebak di kotak sempit pemikiran materialisme yang bilang hidup ini cuma soal apa yang bisa dipegang tangan.
Ekspansi alam semesta adalah bukti bahwa kekuasaan Sang Pencipta itu tidak terbatas. Visi kita juga harus luas. Jangan cuma mikirin masalah hari ini, tapi pikirkan juga: apa kontribusi kita bagi dunia?
Langit aja terus meluas, masa pikiran kita stuck di situ-situ aja?
Selanjutnya, kita akan bedah rahasia "besi alien" yang jatuh dari langit—sesuatu yang menjadi tulang punggung peradaban manusia.