77. Ibu Nabi Musa: Keberanian Mengambil Risiko demi Generasi
Sejauh mana kau berani mengorbankan demi masa depan yang lebih baik?
Sebagai orang tua atau calon orang tua, pernahkah kamu merasa takut akan masa depan anakmu? Ketakutan akan kejahatan, kekerasan, atau sistem yang tidak adil menghantui pikiranmu. Kamu ingin melindungi mereka sepenuhnya, tapi kadang kondisi memaksamu untuk melepaskan.
Ibu Nabi Musa AS hidup di zaman paling kelam. Fir'aun memerintahkan pembunuhan terhadap semua bayi laki-laki Bani Israil.
Bisikan dalam Ketakutan
Ketakutan ada di setiap sudut rumah mereka. Di tengah situasi yang sangat menindas ini, Allah memberi "bisikan" ke hati beliau:
وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ أُمِّ مُوسَىٰ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي ۖ إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الرُّسُلِ
"Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa: 'Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya salah seorang dari para rasul'." (QS. Al-Qashash: 7)
Bayangkan melawan insting protektif seorang ibu yang ingin terus memeluk anaknya. Beliau harus melepaskan bayinya ke sungai demi sebuah misi yang lebih besar: masa depan risalah Allah.
Risiko yang Dibayar Tawakal
Beliau berani mengambil risiko pahit karena percaya pada janji Allah.
Kita seringkali memilih jalan aman dan membiarkan ketidakadilan terjadi karena merasa tidak punya kekuatan untuk melawan. Kita takut mengambil risiko demi kebenaran.
Padahal, ketika kita berani "melepaskan" rasa takut dan bertawakal pada Allah, Allah justru memberikan plot twist terindah: bayi Musa malah dipungut dan dirawat di istana Fir'aun sendiri. Allah menghancurkan tirani lewat tangan orang yang diasuh di dalam sarang musuhnya.
Investasi Abadi
Setiap langkah keberanian untuk membela kebenaran akan dicatat sebagai kepahlawanan. Ibu Nabi Musa mendapat posisi mulia karena berhasil lulus ujian tawakal yang paling berat.
Keberanian beliau adalah investasi yang menghasilkan pembebasan Bani Israil dari perbudakan Fir'aun.
Jangan mudah ciut nyali saat diancam sistem. Jika kamu tahu ada kebenaran yang harus diperjuangkan, beranilah melangkah meskipun kelihatannya berisiko. "Hanyutkan" rasa takutmu ke laut tawakal. Fokuslah pada penyelamatan generasi dan masa depan.
Jadilah orang tua, pemuda, atau pemudi yang punya keberanian untuk mengambil risiko demi kebenaran.
Keberanian seorang ibu telah menyelamatkan bayi yang akan menjadi nabi besar. Sekarang, mari kita belajar dari seorang ratu yang mampu meruntuhkan egonya demi kebenaran: Ratu Balqis.