Skip to content

19. Kepemimpinan (Imamah): The Shepherd: Tanggung Jawab Politik Pemimpin โ€‹

Seharusnya bagaimana hubungan antara pemimpin dan rakyat?


Kita sering melihat politik itu kotor, penuh janji palsu, dan cuma soal rebutan kursi kekuasaan. Banyak orang muda yang jadi apatis dan bilang "siapa aja pemimpinnya, hidup saya gini-gini aja".

Tapi, tahukah kamu kalau dalam Islam, kepemimpinan adalah mahkota kewajiban? Tanpa pemimpin yang menerapkan Islam secara utuh, seluruh sistem yang kita bahas tadiโ€”ekonomi, pendidikan, sosial, hingga sanksiโ€”cuma bakal jadi teori yang hampa di atas kertas.


Pemimpin adalah Pelayan (Khadimul Ummah) โ€‹

Dalam Islam, pemimpin itu bukan bos yang minta dilayani, dapet fasilitas mewah, atau minta dipuja. Dia adalah pelayan umat yang bakal dimintai pertanggungjawaban paling berat dan paling detil di Hari Kiamat.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

ูƒูู„ู‘ููƒูู…ู’ ุฑูŽุงุนูุŒ ูˆูŽูƒูู„ู‘ููƒูู…ู’ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠู‘ูŽุชูู‡ู

"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya..." (HR. Bukhari & Muslim)

Kata "raa'in" itu aslinya berarti penggembala domba. Tugas penggembala adalah mencari rumput yang paling subur buat dombanya, menjaga mereka dari serigala, dan memastikan tidak ada satu pun domba yang tersesat atau sakit.

Inilah esensi politik dalam Islam: mengurusi urusan umat berdasarkan hukum Allah. Pemimpin tidak boleh tidur nyenyak sebelum rakyatnya merasa aman.


Penguasa vs Pelayan Rakyat โ€‹

Dalam sistem sekarang, pemimpin seringkali cuma jadi boneka partai atau penyokong dana kampanye. Mereka sibuk bikin aturan buat melindungi kepentingan kelompoknya, oligarki, atau korporasi globalโ€”bukan rakyatnya.

Mereka memakai kekuasaan buat memperkaya diri dan kroni-kroninya, sementara rakyat disuruh hemat dan bayar pajak.

Islam mewajibkan adanya pemimpin bagi umat Islam yang akan menyatukan kekuatan umat dan menerapkan syariat secara utuh. Kita butuh pemimpin yang berani bilang "TIDAK" pada ketidakadilan dan bilang "YA" pada aturan Allahโ€”seperti Khalifah Umar bin Khattab atau Khalifah Umar bin Abdul Aziz.


Akuntabilitas Jabatan โ€‹

Setiap kebijakan yang ditandatangani oleh seorang pemimpin akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Di Hari Pembalasan nanti, pemimpin yang adil akan mendapatkan naungan paling utama, tapi pemimpin yang khianat akan merasakan kegelapan yang paling pekat.

Jabatan adalah amanah yang sangat berat, bukan kebanggaan yang harus dipamerkan.


Refleksi โ€‹

Jangan anti-politik! Politik Islam itu mulia karena tentang mengurusi urusan umat. Jadilah pemuda yang paham bagaimana seharusnya negara dikelola menurut syariat.

Jangan cuma jadi "objek" politik atau "mesin suara" tiap pemilu, tapi jadilah "subjek" yang memahami dan mengawal kebijakan. Ingat, ketaatan kita pada pemimpin ada batasnya: selama dia taat pada perintah Allah.

Perjuangkan sistem yang benar, jangan cuma gonta-ganti orangnya.

Sistem hidup sudah tuntas kita bedah. Sekarang, mari kita lihat bagaimana para Nabi mempraktikkan semua ini dalam medan dakwah yang nyata.

Dibuat dengan โค๏ธ untuk umat Islam