Skip to content

75. Maryam AS: Kehormatan Sejati di Tengah Fitnah

Bagaimana menjaga kesucian diri ketika dunia menuntut kompromi?


Pernah merasa difitnah atas sesuatu yang sebenarnya benar, tapi dianggap aneh oleh orang-orang di sekitarmu? Mungkin karena pilihanmu menutup aurat, menolak pergaulan bebas, atau memegang teguh prinsip agama. Rasanya berat ketika orang-orang yang kita kenal mulai menjauh dan berbicara di belakang kita.

Di zaman Maryam AS, fitnah tak hanya berupa kata-kata di belakang, tapi tuduhan terbuka yang bisa menghancurkan nama baik seorang wanita.


Kesucian yang Diuji

Maryam adalah wanita yang menghabiskan waktunya beribadah di mihrab, dikenal sebagai simbol kesucian. Namun Allah mengujinya dengan sesuatu yang luar biasa: hamil tanpa disentuh laki-laki. Ketika beliau kembali kepada kaumnya sambil membawa bayi Isa AS, reaksi mereka sangat keras.

يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا

"Hai saudara perempuan Harun, ayahmu bukan seorang yang buruk perangainya dan ibumu bukan seorang pezina." (QS. Maryam: 28)

Ini adalah sindiran pedas yang bertujuan menghancurkan mental Maryam. Tapi Maryam tidak panik membela diri. Beliau hanya diam sesuai perintah Allah, dan membiarkan bayi Isa yang berbicara membelanya.


Kehormatan yang Tak Tergoyahkan

Kehormatan sejati datang dari ketaatan, bukan dari pengakuan sosial.

Saat ini, kita sering menghadapi tekanan untuk mengikuti arus. Konsep menjaga kesucian diri kadang diremehkan sebagai sesuatu yang "kuno" atau "terbelakang." Banyak yang menganggap wanita baru bisa disebut merdeka jika bebas melakukan apa saja dengan tubuhnya.

Namun kisah Maryam mengajarkan kita sesuatu yang berbeda. Kehormatan wanita ada pada penjagaannya terhadap batasan Allah. Menjadi muslimah berarti berani punya prinsip yang tidak bisa digoyangkan oleh fitnah atau opini publik.

Setiap cara kita menjaga harga diri akan dibalas dengan kemuliaan yang abadi. Maryam membuktikan bahwa ketika kita memilih rida Allah, Allah akan membela kita dengan cara yang tak terduga.


Warisan Maryam

Di hadapan Allah, Maryam mendapat kedudukan istimewa di surga sebagai wanita terbaik dunia. Beliau menjadi inspirasi bagi seluruh wanita mukmin untuk tetap kuat dan suci di tengah dunia yang penuh godaan.

Jangan mudah down ketika dibilang "sok suci" atau "kuno" karena memilih taat. Belajarlah dari Maryam: jika kamu benar, tidak perlu sibuk menjelaskan ke semua orang. Cukup tunjukkan ketaatanmu, dan Allah yang akan membela kehormatanmu. Jadilah wanita yang punya harga diri tinggi, yang tidak mudah mengorbankan prinsip demi validasi sesaat.


Maryam telah membuktikan kesuciannya di tengah fitnah. Sekarang, mari kita melihat kisah seorang wanita yang hidup di istana paling zalim, namun tetap memegang teguh imannya: Asiyah, istri Fir'aun.

Dibuat dengan ❤️ untuk umat Islam