13. Ekonomi Islam I: No Riba Policy: Membongkar Sistem Lintah Darat Global
Mengapa uang kita tak pernah cukup meski kerja keras?
Pernah ngerasa kerja keras bagai kuda, tapi uang kayak cuma numpang lewat buat bayar cicilan? Atau melihat bagaimana negara-negara berkembang terus terjerat utang yang bunganya nggak abis-abis?
Kita sering diajarkan kalau bunga bank, diskon palsu, atau denda keterlambatan itu adalah hal normal dalam transaksi modern. Tapi, benarkah sistem ini didesain buat menyejahterakan kita? Atau justru ada yang untung besar dari jeratan finansial yang kita alami?
Perang Melawan Allah & Rasul
Banyak orang menganggap riba itu cuma urusan "bunga bank" yang kecil dan nggak membahayakan. Padahal, Allah SWT melihat ini sebagai kejahatan kemanusiaan yang luar biasa. Bahkan, Allah mendeklarasikan perang terbuka bagi pelakunya.
فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا فَأَذَنُوا بِحَرْبٍ مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ
"Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya." (QS. Al-Baqarah: 279)
Allah memakai kata "perang"—bukan peringatan biasa, bukan teguran ringan. Ini menunjukkan betapa seriusnya masalah riba di sisi Allah.
Kenapa Allah sampai begitu tegas? Karena riba itu sistem money game yang paling jahat. Uang menghasilkan uang tanpa ada nilai tambah nyata, tanpa ada keringat yang keluar. Riba membuat kekayaan menumpuk di tangan orang yang sudah punya modal, sementara menyedot darah orang yang sedang butuh dana.
Kerusakan Sistem Finansial Global
Sistem ekonomi kapitalisme hari ini sebenarnya tidak bisa hidup tanpa riba. Inflasi, krisis moneter, pengangguran, hingga kemiskinan struktural—semuanya akarnya dari sini.
Mereka menyebut riba itu "biaya modal" atau "biaya waktu". Tapi kalau kita lihat lebih dalam, ini adalah bentuk eksploitasi. Riba adalah musuh utama dari distribusi kekayaan yang adil. Dia membuat orang kaya makin kaya tanpa kerja, dan orang miskin makin terjebak dalam utang.
Islam datang dengan solusi: sistem ekonomi berbasis aset nyata, perdagangan yang adil, dan kerja sama yang saling menguntungkan. Bukan sistem di mana uang "melahirkan" uang tanpa proses produktif apa pun.
Akuntabilitas Harta
Setiap rupiah yang kita dapatkan dari riba akan menjadi "bara api" di akhirat. Kita tidak bisa berdalih "semua orang juga gitu" atau "keadaan darurat". Allah sudah memberikan jalan jual beli yang halal dan menutup rapat pintu riba.
Memilih jalan riba berarti memilih untuk menghadapi sesuatu yang Allah nyatakan sebagai "perang". Ini bukan soal pelanggaran kecil—ini soal perlawanan terhadap sistem yang Allah tetapkan untuk kesejahteraan manusia.
Refleksi
Gaya hidup cashless dan paylater yang makin marak hari ini bisa jadi jebakan. Mudahnya akses kredit seringkali membuat kita terjebak dalam lingkaran riba tanpa sadar.
Yang kita butuhkan adalah visi untuk membangun kemandirian ekonomi yang bersih, jujur, dan berkeadilan sesuai syariat Allah. Bukan dengan memutar balik fatwa, tapi dengan mencari alternatif yang halal.
Riba harus dihentikan. Tapi gimana Islam membagi-bagi kue ekonomi biar semua ngerasa adil? Zakat dan Infaq adalah instrumen utamanya. Mari kita bedah sistem distribusinya.