15. SDA Milik Umum: Melawan Privatisasi: Kekayaan Alam untuk Rakyat โ
Siapa yang berhak menguasai kekayaan bumi?
Pernah nggak sih kamu ngerasa aneh? Kita hidup di negeri yang katanya kaya raya minyak, emas, dan batu baranya, tapi harga BBM makin mahal dan banyak rakyatnya tetap kesulitan ekonomi.
Kenapa gunung emas kita malah dikelola sama korporasi asing yang cuma bayar pajak receh? Kenapa hasil laut kita diambil kapal asing sementara nelayan lokal hidup pas-pasan? Di sinilah Islam punya aturan yang berbeda sama sekali dengan sistem kapitalisme.
Harta Milik Umum (Al-Milkiyyah al-Ammah) โ
Dalam Islam, sumber daya alam (SDA) yang jumlahnya melimpah dan menjadi kebutuhan orang banyak itu tidak boleh dimiliki individu atau korporasi secara eksklusif. Semuanya adalah milik umat yang wajib dikelola untuk kesejahteraan bersama.
Nabi Muhammad SAW memberikan garis yang sangat jelas dalam sebuah hadits:
ุงููู ูุณูููู ูููู ุดูุฑูููุงุกู ููู ุซูููุงุซู: ููู ุงููู ูุงุกูุ ููุงููููููุฅูุ ููุงููููุงุฑู
"Kaum Muslim berserikat (memiliki hak yang sama) dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api." (HR. Abu Dawud)
"Api" di zaman sekarang diterjemahkan sebagai sumber energiโminyak, gas, batu bara, listrik. "Air" adalah sumber air bersih, sungai, dan laut. "Padang rumput" adalah hutan dan lahan luas.
Islam dengan tegas melarang privatisasi SDA strategis. Bumi ini adalah amanah dari Allah untuk seluruh umat manusia, bukan milik segelintir korporasi global.
Perampokan Berkedok "Investasi" โ
Sistem kapitalisme hari ini melegalkan korporasi raksasa untuk menguasai gunung, laut, dan tambang hanya lewat izin konsesi. Hasilnya? Rakyat cuma dapet remah-remah berupa "dana CSR" yang tidak seberapa, sementara kekayaan triliunan rupiah dibawa lari ke luar negeri.
Ini adalah bentuk ketidakadilan sistemik. Sumber daya alam yang seharusnya menjadi berkah bagi seluruh rakyat justru mengalir ke kantong segelintir orang.
Islam datang dengan prinsip yang berbeda: kembalikan tambang emas, sumur minyak, dan gas alam kepada pengelolaan umat. Hasilnya dipakai buat sekolah gratis berkualitas, rumah sakit gratis, dan infrastrukturโtanpa perlu membebani rakyat dengan pajak yang mencekik.
Akuntabilitas Pengelolaan โ
Setiap penguasa yang memberikan izin privatisasi SDA kepada individu atau korporasi asing akan dimintai pertanggungjawabannya. Di Hari Pembalasan nanti, rakyat yang terzalimi dan kelaparan di atas tanah yang kaya raya akan menuntut haknya.
Pengelolaan SDA bukan soal teknis belakaโini adalah soal amanah yang sangat berat. Penguasa yang tidak amanah akan merasakan beratnya hisab atas setiap tetes minyak dan gram emas yang mereka serahkan kepada pihak asing.
Refleksi โ
Sadarilah bahwa kemiskinan yang ada di sekitar kita bukan karena bumi kekurangan sumber daya. Bumi ini melimpah. Masalahnya ada pada sistem distribusi dan kepemilikan yang tidak adil.
Jadilah individu yang kritis terhadap kebijakan agraria, energi, dan investasi. Jangan mau ditipu sama istilah "investor" kalau ujung-ujungnya cuma mengeruk kekayaan umat. Perjuangkan agar kekayaan alam dikelola sesuai syariat Allah yang berkeadilan.
Ekonomi dan SDA sudah beres aturannya. Terus gimana interaksi kita sebagai manusia sosial, terutama dengan lawan jenis? Islam punya standar yang jernih dan beradab.