Skip to content

58. Al-Asr: Time Management—Hidup Berkah, Bukan Cuma Sibuk

Bagaimana mengelola waktu agar hidup berkah, bukan sekadar sibuk?


Pernah ngerasa waktu berjalan cepat banget tapi kamu tidak dapat apa-apa?

Baru saja bangun tidur, tiba-tiba sudah malam lagi. Sibuk kerja, sibuk kuliah, sibuk main game, tapi di akhir hari merasa kosong.

Kita sering bilang "tidak punya waktu" untuk hal-hal penting, padahal waktu adalah anugerah yang sama untuk semua orang.

Tahukah kamu? Allah SWT sampai bersumpah atas nama "Waktu" untuk mengingatkan bahwa mayoritas manusia sedang dalam kerugian.


Sumpah demi Masa

Surah Al-Asr adalah "manual book" paling singkat tapi paling dalam untuk urusan manajemen waktu. Allah tidak menggunakan kata "Jam" atau "Hari", tapi Allah menggunakan kata Al-Asr (waktu yang terus memeras dan mendesak).

وَالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al-Asr: 1-3)


Empat Elemen Wajib

Saat kita hanya gunakan waktu untuk urusan duniawi (kerja, karir, hiburan semata), kita sebenarnya mengalami "inflasi waktu"—banyak jam tapi nilainya nol.

Kita hidup bukan untuk menghabiskan waktu, tapi untuk mengisinya dengan 4 elemen wajib:

  1. Iman — keyakinan yang terus bertumbuh
  2. Amal Sholeh — perbuatan baik yang nyata
  3. Dakwah — menyebarkan kebenaran
  4. Sabar — keteguhan dalam kebaikan

Keempatnya harus ada bersamaan, bukan salah satu saja.


Realitas "Productivity Porn"

Budaya modern mengajarkan bahwa "Waktu adalah Uang". Kita didorong untuk produktif 24/7 demi menambah kekayaan.

Kita dibuat merasa bersalah saat diem, saat sholat, atau saat membaca Quran karena dianggap "tidak produktif" secara ekonomi.

Hasilnya? Kita jadi mesin yang tidak punya jiwa. Punya banyak duit tapi tidak punya waktu untuk mengenal Allah.

Menjadi muslim berarti punya standar produktivitas yang berbeda. Bagi kita, "waktu adalah ibadah".

Kita mengatur waktu bukan biar makin kaya materi doang, tapi biar hidup makin berkah. Berkah artinya sedikit tapi cukup, atau banyak tapi makin membuat taat.


Pertanggungjawaban Setiap Detik

Setiap detik yang kita lalui akan ditagih pertanggungjawabannya.

Di hadapan Allah, kita akan ditanya: "Waktumu kamu habiskan untuk apa? Masa mudamu kamu gunakan untuk apa?"

Mereka yang di dunia "pelit" memberikan waktu untuk hal bermanfaat akan merasa menyesal saat melihat timbangan amalnya.

Sebaliknya, mereka yang "boros" memberikan waktu untuk kebaikan akan mendapatkan kebahagiaan di akhirat.


Refleksi

Audit jadwal harianmu sekarang. Berapa jam untuk Allah, berapa jam untuk kebaikan, dan berapa jam hanya untuk kesia-siaan?

Berhentilah bilang "gue sibuk" saat diajak kegiatan bermanfaat. Sebenarnya kamu tidak sibuk, tapi prioritasmu saja yang perlu diatur.

Gunakan aplikasi pengingat untuk hal-hal yang membuatmu semakin dekat dengan kebaikan.


Waktu sudah diatur. Tapi bagaimana dengan kondisi batin kita? Di tengah gempuran kecemasan dan anxiety, bagaimana cara menjaga kesehatan mental? Mari kita temukan jawabannya.

Dibuat dengan ❤️ untuk umat Islam