Skip to content

84. Mus'ab bin Umair: Meninggalkan Kemewahan demi Dakwah โ€‹

Apakah kebahagiaanmu bergantung pada materi?


Pernah merasa bahwa "gaya hidup mewah" adalah standar kebahagiaan? Kamu punya baju bagus, parfum mahal, dan lingkaran pertemanan yang bikin semua orang iri. Kamu merasa jika kehilangan itu semua, hidupmu akan berakhir. Kita terjebak dalam jebakan identitas yang bergantung pada materi.

Dalam sejarah, ada sosok pemuda paling ganteng dan paling kaya di Makkah, yang parfumnya saja tercium dari jarak jauh. Tapi beliau berani meninggalkan semua kemewahan itu demi menjadi "Duta Pertama" Islam.


Duta Pertama โ€‹

Mus'ab bin Umair dipilih Nabi SAW untuk pergi ke Madinah sendirian menyebarkan Islam sebelum peristiwa Hijrah. Beliau tidak bawa pasukan, beliau hanya bawa "kualitas karakter" dan "kedalaman akidah."

Beliau sukses mengislamkan hampir seluruh penduduk Madinah lewat cara bicara yang lembut tapi logis.

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽุนูŽู…ูู„ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญูŽุงุชู ุณูŽูŠูŽุฌู’ุนูŽู„ู ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽูฐู†ู ูˆูุฏู‘ู‹ุง

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang." (QS. Maryam: 96)

Mus'ab membuktikan bahwa untuk mengubah dunia, yang dibutuhkan bukan cuma modal uang, tapi modal "keyakinan yang menular." Beliau mengubah Madinah dari kota yang penuh konflik menjadi "markas" pusat kekuatan Islam.


Misi di atas Materi โ€‹

Kita hidup untuk menjadi pembuka jalan bagi hidayah Allah, tidak peduli seberapa banyak fasilitas dunia yang harus kita korbankan.

Saat ini, kita sering ditakut-takuti dengan kemiskinan. Kita diinginkan tetap jadi budak kerja agar bisa merasakan kemewahan materi. Banyak orang yang sebenarnya punya potensi besar untuk dakwah, tapi mereka "takut miskin" jika harus fokus membela umat.

Mereka lebih memilih jadi pengikut gaya hidup daripada jadi duta Islam. Mereka merasa tidak berdaya kalau tidak ada uang di dompet.


Kebahagiaan Sejati โ€‹

Mus'ab membuktikan bahwa kebahagiaan sejati ada pada misi hidup, bukan pada aset materi. Beliau rela diusir ibunya dan kehilangan warisan raksasanya demi sujud pada Allah.

Sebagai muslim, kita harus berani mengubah standar hidup: dari "hidup untuk materi" jadi "materi untuk hidup." Mus'ab memilih jadi "miskin harta" tapi "kaya jasa" untuk peradaban.

Setiap jengkal pengorbanan untuk membela agama Allah akan dibayar lunas dengan kemuliaan yang tidak pernah habis.

Ketika Mus'ab gugur di perang Uhud, kain kafannya tidak cukup untuk menutupi seluruh badannyaโ€”jika kepalanya ditutup, kakinya kelihatan, dan sebaliknya. Nabi SAW menangis melihat pengorbanan beliau.

Tapi di akhirat nanti, Mus'ab akan mendapat "pakaian kebesaran" surga yang paling indah.


Periksa prioritas hidupmu sekarang. Apakah kamu tipe pemuda yang lebih takut kehilangan barang mewahmu daripada kehilangan waktu untuk ngaji? Berhentilah jadi pemuda yang hanya memikirkan penampilan luar.

Belajarlah cara berkomunikasi yang meyakinkan selevel Mus'ab. Jadilah duta Islam di kampusmu, di kantormu, dan di tongkronganmu. Jangan malu tampil sederhana selama hatimu kaya akan visi peradaban.


Mus'ab telah membuka jalan di Madinah dan meninggalkan teladan sederhana yang mulia. Perjalanan kita akan berlanjut ke kisah-kisah inspiratif lainnya.

Dibuat dengan โค๏ธ untuk umat Islam