Skip to content

47. Sekularisme: Akar dari Kerancuan Modern

Mengapa memisahkan agama dari kehidupan justru menciptakan chaos?


Setelah perjalanan panjang mengikuti kisah 25 nabi dari Adam hingga Muhammad SAW, kini kita tiba pada bagian refleksi: bagaimana menyikapi berbagai tantangan ideologi yang menghadang umat Islam saat ini?

Pernahkah kamu merasa dunia makin tidak jelas arahnya? Krisis mental merajalela, perang terus saja ada, ekonomi makin nyiksa, dan standar moral makin kabur.

Kita sering bertanya: "Ada apa dengan dunia ini?" Kita menyalahkan politikus, menyalahkan teknologi, atau menyalahkan nasib.

Tapi jarang kita sadar kalau ada ideologi yang sudah nyatu sama hidup kita sehari-hari, tanpa kita sadari dampaknya: Sekularisme.


Memisahkan Sang Pencipta dari Aturan

Sekularisme simpelnya adalah pemisahan agama dari kehidupan. Bukan berarti Tuhan tidak ada (itu ateisme), tapi Tuhan dikurung cuma di masjid atau di hati masing-masing orang.

Urusan dunia—politik, ekonomi, sosial—diputusin manusia tanpa petunjuk wahyu.

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. Al-Hashr: 19)

Ayat ini menunjukkan sesuatu yang dalam: ketika manusia "melupakan" (memisahkan) peran Allah dari aturan hidupnya, Allah bikin manusia itu lupa sama hakikat dirinya sendiri.

Hasilnya? Manusia bingung menentukan mana yang benar dan salah.


Ilusi Kebebasan

Sekularisme janjikan "kebebasan". Tapi realitanya? Kebebasan tanpa panduan wahyu malah bikin manusia jadi budak syahwat dan budak sesama manusia.

Di bawah payung sekularisme, lahir sistem-sistem yang merusak: ekonomi yang tidak adil, moral yang runtuh, dan politik yang hanya menguntungkan segelintir orang.

Dunia dikatakan bakal lebih maju kalau tidak bawa-bawa agama, tapi faktanya dunia makin chaos dan di ambang kehancuran ekologis serta kemanusiaan.


Pertanggungjawaban Ideologi

Setiap pemikiran yang kita adopsi akan dimintai pertanggungjawabannya. Kita hidup bukan buat tunduk setengah-setengah.

Allah sudah menurunkan Quran sebagai petunjuk buat seluruh urusan hidup. Memilih sekularisme berarti memilih buat hidup dalam kegelapan di dunia dan penyesalan nantinya.


Refleksi

Jangan mau dicuci otak sama narasi sekuler yang bilang "agama jangan dibawa ke politik".

Justru karena agama adalah kebenaran, maka dia harus jadi pengatur kehidupan. Mulai lihat setiap masalah—mulai dari ekonomi sampai kesehatan mental—lewat kacamata yang lebih luas.

Dunia butuh solusi yang berpihak pada kemanusiaan, bukan remah-remah sistem yang sudah terbukti gagal.


Sekularisme adalah akarnya. Sekarang, mari kita lihat salah satu "anak kandung"-nya yang paling berpengaruh: Kapitalisme, sistem ekonomi yang mengatur hampir seluruh kehidupan kita saat ini.

Dibuat dengan ❤️ untuk umat Islam