46. Nabi Muhammad SAW di Madinah: Islam sebagai Sistem Kehidupan
Bagaimana mewujudkan kebaikan dalam bentuk institusi nyata?
Dari pembinaan kader di Makkah yang sabar dan bertahap, kita beralih ke fase berikutnya: hijrah yang tidak sekadar pindah tempat, tapi pendirian sebuah peradaban baru.
Pernahkah kamu merasa Islam sekarang itu kayak "asing" di rumahnya sendiri? Kita bisa sholat dan puasa, tapi saat kita keluar rumah, aturan yang kita hadapi adalah aturan yang tidak sesuai.
Ekonomi kita bermasalah, pendidikan kita terpengaruh budaya asing, dan politik kita penuh intrik. Islam cuma dibatasi di wilayah privat dan masjid doang.
Kita merasa "terbelah" antara ketaatan pribadi dan realitas sistem yang rusak. Tapi 14 abad lalu, Nabi Muhammad SAW sudah mencontohkan bagaimana Islam bukan hanya jadi ritual, tapi menjadi sistem kehidupan yang mengatur seluruh aspek kehidupan.
Berdirinya Institusi Kebaikan
Hijrah ke Madinah bukan sekadar "pindah rumah" karena dipersekusi di Makkah. Hijrah adalah aksi politik untuk mendirikan pusat kekuatan baru.
Di Madinah, Nabi Muhammad SAW bukan lagi hanya seorang dai, tapi beliau adalah Kepala Negara. Beliau membangun masjid sebagai pusat pemerintahan, mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar untuk membangun basis sosial yang kuat, dan membuat "Piagam Madinah" sebagai konstitusi tertulis pertama di dunia.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqarah: 208)
Inilah esensi Islam yang utuh. Di Madinah, syariat Allah tidak hanya jadi pajangan. Ekonomi diatur tanpa riba, perselisihan diputus lewat pengadilan syariah, dan urusan keamanan dijaga lewat sistem yang adil.
Agama dan Kehidupan Publik
Sistem dunia modern mati-matian ingin memisahkan agama dari urusan publik. Mereka bilang "agama itu urusan kamu sama Tuhan, jangan bawa-bawa agama ke politik atau ekonomi".
Hasilnya? Islam jadi lumpuh. Kita tidak punya kekuatan untuk melindungi saudara-saudara kita yang dizalimi, kita tidak punya kekuatan untuk menerapkan keadilan secara utuh.
Agama cuma jadi komoditas moralitas yang tidak punya taring untuk merubah sistem yang busuk.
Nabi Muhammad SAW di Madinah menunjukkan bahwa Islam itu adalah agama yang utuh—mencakup ibadah dan muamalah.
Setiap perjuangan kita untuk menegakkan institusi Islam akan menjadi saksi kejayaan umat di akhirat.
Di hadapan Allah, kita akan ditanya: "Apakah kamu membiarkan bumi Allah dikuasai hukum kebatilan, atau kamu berjuang untuk menegakkan hukum-Ku?"
Kemenangan Fathu Makkah dan meluasnya Islam ke seluruh dunia adalah hasil dari keberanian Nabi SAW membangun negara di Madinah.
Keberhasilan peradaban Islam di masa lalu adalah bukti bahwa sistem Allah itu berhasil dan aplikatif.
Refleksi
Jangan anti-politik Islam. Pahami bahwa puncak dari dakwah Rasulullah SAW adalah berdirinya sebuah sistem yang menerapkan Islam secara utuh.
Belajarlah sejarah tata kelola negara Islam, belajarlah bagaimana Islam mengatur urusan luar negeri, pertahanan, dan sosial.
Jadilah orang yang melek politik ideologis, yang tidak gampang ketipu sama jargon-jargon demokrasi sekuler.
Demikianlah kisah-kisah 25 nabi yang telah kita lalui bersama. Dari Nabi Adam AS sampai Nabi Muhammad SAW, setiap kisah menyimpan hikmah dan pelajaran berharga.
Sekarang, saatnya kita merefleksikan semua itu dalam konteks tantangan ideologi modern yang menghadang umat Islam.