Skip to content

89. Fitnah Dajjal: Ujian Akidah yang Terbesar ​

Seberapa kuat imanmu menghadapi penipuan terbesar?


Kita hidup di zaman banjir informasi. Setiap hari, berita palsu, opini yang diputarbalikkan, dan manipulasi visual beredar luas di media sosial. Semakin sulit membedakan mana yang benar dan mana yang salah, karena semuanya dibungkus dengan begitu rapi dan meyakinkan.

Tapi pernahkah terpikir olehmu—jika di masa sekarang saja kita kesulitan menemukan kebenaran, bagaimana nanti ketika muncul sosok yang mampu mengubah neraka tampak seperti surga dan sebaliknya? Inilah Fitnah Dajjal, ujian iman yang paling dahsyat dalam sejarah manusia.


Penipuan Terbesar ​

Dajjal bukan sekadar "monster" bermata satu. Ia adalah representasi dari puncak sistem kekufuran yang memiliki kemampuan materi luar biasa. Dajjal bisa menurunkan hujan, menumbuhkan tanaman, dan memberi makan orang-orang yang kelaparan—dengan syarat mereka bersedia mengakuinya sebagai tuhan.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Tidak ada fitnah sejak penciptaan Adam hingga hari Kiamat yang lebih besar daripada fitnah Dajjal." (HR. Muslim)

Ketika dunia sedang dalam krisis hebat, ketika manusia kelaparan dan ketakutan, tiba-tiba datang sosok yang menawarkan solusi instan. Tapi syaratnya sangat berat: menjual akidah. Dajjal adalah tes terakhir apakah kita menyembah Allah karena Allah, atau kita menyembah "kenyamanan hidup" kita sendiri.


Menyaring Realitas dari Ilusi ​

Jika kita perhatikan, sistem dunia saat ini sebenarnya sedang menyiapkan "karpet merah" bagi kedatangan Dajjal. Mentalitas yang ditanamkan adalah: "Siapa yang menguasai teknologi dan ekonomi, dialah yang berkuasa." Kita semakin ketergantungan pada sistem materi.

Narasi ateisme, transhumanisme, dan hilangnya standar moral adalah pembuka dari fitnah Dajjal. Kita sudah mulai terbiasa melihat kebatilan yang dipoles menjadi keindahan. Sudah mulai terbiasa melihat Syariat Islam yang indah dibilang buruk dan menakutkan.

Menjadi Muslim berarti harus memiliki Kecerdasan Spiritual—kemampuan untuk melihat apa yang ada di balik layar. Perlindungan dari Dajjal bukan hanya soal menghafal sepuluh ayat awal Surah Al-Kahfi, tapi juga membangun kemandirian berpikir agar ketika fitnah besar datang, kita tidak mudah "dibeli" dengan surga palsunya.


Garis Pemisah Terakhir ​

Setiap keraguan yang kita pelihara terhadap janji Allah adalah celah bagi Dajjal untuk masuk ke dalam pikiran. Mereka yang memilih ikut Dajjal demi kenyamanan dunia akan mendapatkan neraka yang abadi. Sebaliknya, mereka yang berani menolak meski harus menderita secara fisik akan mendapatkan surga yang hakiki.

Fitnah Dajjal adalah garis pemisah terakhir antara yang benar-benar beriman dan yang munafik sebelum Kiamat tiba.


Refleksi ​

Audit dirimu saat ini: Apakah kamu tipe orang yang mudah percaya pada narasi viral tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu? Jangan hanya ikut-ikutan tren tanpa memahami dasarnya.

Perkuat pemahamanmu tentang tanda-tanda akhir zaman. Jadilah orang yang punya prinsip kuat, yang berani menyatakan kebenaran meski seluruh dunia mengatakan sebaliknya.

Dajjal memang akan membawa kekacauan besar. Tapi ada kabar baik: Allah sudah janjikan bahwa kebatilan itu akan dihancurkan secara tragis oleh sosok yang sangat mulia.

Dibuat dengan ❤️ untuk umat Islam