91. Tiupan Sangkakala: Kehancuran Total Sistem Dunia
Bagaimana caranya dunia ini dihancurkan?
Coba bayangkan seluruh infrastruktur dunia ini—gedung pencakar langit, internet, satelit, sistem perbankan global—tiba-tiba "mati" total dalam satu detik. Tidak ada lagi sinyal ponsel, tidak ada lagi listrik, dan tidak ada lagi yang berkuasa di bumi.
Kita sering merasa peradaban materi ini sangat kokoh dan tidak mungkin hancur. Tapi tahukah kamu—Allah SWT sudah menyiapkan satu instrumen penghancur yang bunyinya akan membuat seluruh alam semesta "berantakan" berkeping-keping? Inilah Tiupan Sangkakala.
Terompet Kehancuran
Malaikat Israfil sudah siap dengan Sangkakala di bibirnya, menunggu satu komando dari Allah untuk meniupnya. Tiupan pertama akan membuat semua makhluk kaget luar biasa dan mati seketika. Seluruh hukum fisika akan "error". Gunung-gunung jadi debu berterbangan, langit terbelah, dan laut meluap.
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَمَن فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَن شَاءَ اللَّهُ
"Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah..." (QS. Az-Zumar: 68)
Ini adalah Keruntuhan Total. Ketika terompet itu berbunyi, tidak ada gunanya lagi saldo di rekeningmu, jabatanmu, atau sertifikat kebanggaanmu. Semua sistem buatan manusia akan lumat habis. Kita sedang menuju titik nol di hadapan Allah.
Kesombongan Materi yang Sirna
Sistem dunia membangun narasi bahwa peradaban mereka akan terus berkembang—ke Mars, ke luar angkasa, abadi selamanya. Mereka sombong dengan kekuatan teknologi nuklir dan siber mereka. Mereka pikir bisa mengontrol nasib umat manusia tanpa batas.
Mereka lupa bahwa alam semesta ini punya "Pemiliknya" yang punya hak untuk mereset segalanya kapan saja.
Tiupan Sangkakala menampar kesombongan ini. Di hadapan satu malaikat pembawa terompet saja, seluruh kekuatan militer atau korporasi global tidak ada artinya. Menjadi Muslim berarti memiliki Perspektif Akhirat—jangan silau dengan kemegahan sistem yang sebentar lagi akan jadi debu.
Amal yang Abadi
Setelah kehancuran total, akan ada tiupan kedua yang membangkitkan semua manusia dari kubur untuk mendapat keadilan final.
Kita hidup bukan untuk mengumpulkan harta yang akan hancur, tapi untuk mempersiapkan diri menghadapi momen ini dengan tenang karena kita punya "Pegangan" yang abadi—Allah.
Refleksi
Audit ketergantunganmu saat ini. Apakah kamu tipe orang yang kalau internet mati sehari saja sudah merasa kiamat? Berhentilah jadi budak fasilitas dunia.
Perkuat hubunganmu dengan Sang Pencipta agar mentalmu tidak gampang runtuh saat melihat dunia gonjang-ganjing. Jadilah orang yang tenang karena kamu tahu bahwa akhir dunia itu hanya gerbang menuju keadilan yang sejati.
Dunia sudah hancur total. Tak ada yang tersisa kecuali kehancuran. Tapi dari situlah sesuatu yang ajaib akan dimulai—proses pemulihan yang tidak bisa dibayangkan.