Skip to content

10. Embryology: Keajaiban Pembentukan Manusia dalam Rahim

Bagaimana kita terbentuk dari setetes cairan?


Teknologi USG 4D memungkinkan kita melihat janin dengan sangat jelas hari ini.

Tapi tahukah kamu bahwa 14 abad yang lalu, saat manusia bahkan belum mengenal mikroskop, Al-Quran sudah menjelaskan tahapan pembentukan manusia di dalam rahim dengan urutan yang bikin para ahli embriologi dunia mengakui keakuratannya?


Tujuh Tahapan Penciptaan

Quran menceritakan proses transformasi dari setetes cairan menjadi manusia utuh dalam Surah Al-Mu'minun:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن سُلَالَةٍ مِّن طِينٍ ۝ ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ ۝ ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (nutfa) yang disimpan dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah (alaqah), lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging (mudghah), dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (bentuk) lain. Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik." (QS. Al-Mu'minun: 12-14)


Kata-kata yang Menakjubkan

Perhatikan pilihan kata dalam ayat ini:

'Alaqah — Secara etimologis berarti sesuatu yang melekat. Secara medis, embrio pada tahap awal memang menempel pada dinding rahim dan bentuknya mirip lintah yang menghisap nutrisi.

Mudghah — Artinya segumpal daging yang tampak seperti ada bekas gigitan. Persis seperti somit pada embrio yang membentuk struktur tulang belakang.

Setiap kata dipilih dengan presisi yang menunjukkan pengetahuan tentang proses embriologi—padahal ini ditulis ribuan tahun sebelum teknologi modern ada.


Nilai Kehidupan yang Sakral

Proses detail ini menunjukkan bahwa kehidupan dalam rahim bukan sekadar "gumpalan sel."

Sejak awal, ada proses yang dipandu secara personal. Setiap fase perkembangan terjadi dalam kegelapan tiga lapis (perut, rahim, selaput), namun berjalan dengan sangat teratur.

Ini mengingatkan kita untuk menghormati setiap tahap kehidupan. Jika Allah saja memperhatikan detail sedemikian rupa dalam membentuk manusia, tentu ada tujuan besar di balik penciptaan tersebut.


Diciptakan dengan Tujuan

Jika proses pembentukan fisikmu saja sudah sedetail itu, tentu ada rencana untuk kehidupan setelah lahir.

Kamu diciptakan sebagai "makhluk yang lain" (khalqan akhar)—makhluk yang punya akal, ruh, dan tanggung jawab.

Setiap fase pertumbuhanmu, setiap sel yang kamu gunakan, adalah anugerah yang perlu dihargai dan dipertanggungjawabkan.


Refleksi

Jangan pernah merasa tidak berharga.

Pencipta alam semesta ini secara personal mendesain setiap sel dalam tubuhmu. Kamu bukan hasil kebetulan—kamu adalah mahakarya yang diciptakan dengan sengaja.

Hormatilah hidupmu, jagalah kesehatan fisik dan mentalmu, dan gunakan tubuh yang didesain dengan sempurna ini untuk hal-hal yang bermanfaat.

Fisik sudah siap, ruh sudah ditiupkan. Sekarang kita akan melihat sosok manusia pertama yang diturunkan ke bumi untuk memulai sejarah besar peradaban manusia.

Mari kita kenali Nabi Adam AS.

Dibuat dengan ❤️ untuk umat Islam