Skip to content

01. The Big Bang: Melacak Jejak Sang Pencipta di Titik Nol Semesta โ€‹

Dari mana semua ini berasal?


Pernah nggak sih kamu merasa lost di tengah hiruk-pikuk dunia yang serba cepat ini? Di antara notifikasi media sosial yang nggak berhenti, tuntutan gaya hidup yang makin gila, dan krisis identitas yang menghantui banyak orang hari ini, ada satu pertanyaan besar yang sering kita bungkam: "Kenapa semua ini ada?"

Dunia pendidikan modern yang kita jalani seringkali menyajikan alam semesta sebagai sebuah kebetulan kosmik yang dingin. Mereka bilang, miliaran tahun lalu ada ledakan besar, lalu tiba-tibaโ€”boomโ€”jadilah galaksi, bintang, planet, dan akhirnya kamu yang lagi baca tulisan ini.

Tapi, benarkah sesederhana itu? Apakah kita benar-benar hanya hasil dari "kecelakaan" kimiawi yang nggak sengaja?

Mari kita telusuri lebih dalam. Karena jawaban dari pertanyaan ini akan menentukan cara kita melihat seluruh eksistensi kita.


Titik Singularitas: Saat Segalanya Masih Menyatu โ€‹

Dalam fisika modern, ada sebuah konsep yang disebut Singularity. Sebuah titik yang volumenya nol tapi massanya tak terhingga. Dari titik inilah seluruh materi, waktu, dan ruang bermula.

Menariknya, jauh sebelum para fisikawan seperti Stephen Hawking atau George Lemaรฎtre berteori tentang ini, Al-Quran sudah memberikan gambaran yang menakjubkan di Surah Al-Anbiya ayat 30:

ุฃูŽูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูƒูŽููŽุฑููˆุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ูƒูŽุงู†ูŽุชูŽุง ุฑูŽุชู’ู‚ู‹ุง ููŽููŽุชูŽู‚ู’ู†ูŽุงู‡ูู…ูŽุง

"Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu menyatu (ratqan), kemudian Kami pisahkan antara keduanya..." (QS. Al-Anbiya: 30)

Perhatikan kata Ratqan. Dalam bahasa Arab klasik, ratq merujuk pada sesuatu yang dijahit rapat, terpadu, dan solid tanpa celah. Lalu Allah menggunakan kata Fa-fataqnahuma (maka Kami pisahkan keduanya). Fataq adalah tindakan membelah atau memisahkan sesuatu yang sebelumnya menyatu.

Bayangkan: ribuan tahun sebelum teleskop modern ada, Al-Quran sudah menggambarkan alam semesta bermula dari satu kesatuan yang kemudian terpisah.

Tapi ini bukan sekadar fakta astronomi. Ini adalah jawaban atas pertanyaan paling fundamental: Darimana kita berasal?


Membongkar Narasi "Kebetulan" โ€‹

Jika kita berasal dari satu titik kehendak yang disengaja, mengapa masih banyak yang memilih percaya pada narasi "kebetulan"?

Jawabannya mungkin mengejutkan: karena kalau kita mengakui ada Pencipta di awal mula, maka secara otomatis kita harus mengakui adanya aturan dari Pencipta tersebut dalam hidup kita.

Dan ini adalah sesuatu yang tidak disukai oleh sistem yang ingin manusia bebas menentukan aturan sendiri tanpa rujukan Ilahi.

Padahal, kalau kita perhatikan lebih teliti, presisi ledakan Big Bang itu sangat luar biasa:

  • Jika kekuatannya melesat 1/10^60 saja lebih kuat, alam semesta akan meluas terlalu cepat dan bintang takkan pernah terbentuk
  • Jika lebih lemah sedikit saja, semesta akan runtuh kembali sebelum kehidupan dimulai

Apakah presisi sedetail ini bisa disebut kebetulan?


Implikasi bagi Kehidupan Kita โ€‹

Memahami bahwa alam semesta ini punya "titik mulai" yang disengaja mengubah segalanya.

Ini berarti kita hidup di dalam sistem yang diciptakan, bukan sistem yang terjadi secara acak. Seperti sebuah aplikasi yang punya programmer di baliknya, alam semesta ini punya Sang Pencipta yang menetapkan hukum-hukumnya.

Dan jika hukum fisika saja begitu ketat dan teratur, bukankah aneh kalau manusiaโ€”makhluk yang diberi akalโ€”dibiarkan hidup tanpa arah dan tujuan?

Inilah yang membedakan pandangan Islam terhadap eksistensi:

  • Kita bukan produk kebetulan
  • Kita bukan kosong dari makna
  • Kita adalah bagian dari rencana yang lebih besar

Refleksi โ€‹

Kita bukan orang yang gampang percaya sama narasi "katanya". Kita adalah pencari kebenaran yang ingin memahami realitas sampai ke akarnya.

Big Bang bukan sekadar teori fisika. Bagi yang mau melihat, itu adalah kesaksian bahwa semesta ini punya Tuan.

Jangan biarkan skeptisisme modern mencuri akal sehatmu dan membuatmu merasa tak punya tujuan. Kamu diciptakan dengan sengaja, dari rencana yang sempurna, oleh Tuhan yang Maha Perkasa.

Dan masih ada rahasia lain yang menunggu untuk terungkap.

Jika alam semesta bermula dari satu titik, mengapa kemudian ia terus meluas hingga hari ini? Apa artinya bagi kita? Kita akan bedah di cerita selanjutnya.

Dibuat dengan โค๏ธ untuk umat Islam