04. The Mountains: Fungsi Gunung sebagai Pasak Bumi โ
Mengapa bumi yang berputar kencang tetap stabil?
Pernah nggak sih kamu ngebayangin rasanya berdiri di atas karpet yang lagi ditarik-tarik? Pasti nggak nyaman dan bikin jatuh, kan?
Nah, bumi yang kita pijak ini sebenernya nggak sediam yang kita kira. Di bawah kaki kita, ada lempeng-lempeng tektonik raksasa yang selalu bergerak, bergeser, dan beradu. Belum lagi bumi ini berputar pada porosnya dengan kecepatan sekitar 1.600 km/jam.
Tapi anehnya, kita bisa tidur nyenyak, taruh kopi di meja tanpa tumpah, dan merasa bumi ini stabil banget.
Apa rahasianya?
Paku-Paku Raksasa di Bumi โ
Ternyata Allah SWT telah menancapkan "paku-paku" raksasa yang menembus jauh ke dalam kerak bumi. Kita memanggilnya: Gunung.
Dalam Surah An-Naba ayat 6-7, Allah mengajak kita berpikir lewat sebuah pertanyaan retoris:
ุฃูููู ู ููุฌูุนููู ุงููุฃูุฑูุถู ู ูููุงุฏูุง ููุงููุฌูุจูุงูู ุฃูููุชูุงุฏูุง
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak?" (QS. An-Naba: 6-7)
Kata Autada secara harfiah berarti pasak atau paku tenda yang digunakan untuk mengikat tali agar tenda tidak terbang diterjang angin.
Menariknya, geologi modern melalui teori Isostasy baru membuktikan di abad ke-20 bahwa gunung bukan sekadar gundukan tanah di permukaan. Gunung memiliki "akar" yang menghujam jauh ke dalam kerak bumiโbahkan kedalamannya bisa mencapai 10-15 kali lipat dari tingginya di permukaan.
Fungsinya persis seperti pasak: menahan kerak bumi supaya nggak goyang atau bergeser secara liar saat bumi berputar.
Bayangkan: ribuan tahun sebelum ilmu geologi modern ada, Al-Quran sudah menggambarkan fungsi gunung dengan tepat.
Pelajaran tentang Akar yang Dalam โ
Jadi, apa hubungannya dengan kehidupan kita?
Di zaman sekarang, segala sesuatu bergerak begitu cepat. Tren berubah tiap minggu, informasi baru bermunculan setiap detik, dan banyak orang yang kehilangan arah karena nggak punya "pasak" dalam hidupnya. Mereka hanyut terbawa arus karena fondasi hidupnya cuma nempel di permukaan.
Gunung mengajarkan kita sesuatu yang penting: kekuatan sejati datang dari apa yang tidak terlihat.
Seperti gunung yang kokoh karena akarnya dalam, hidup kita juga butuh fondasi yang kuat. Stabilitas hidup hanya bisa dicapai kalau kita punya keyakinan yang "menghujam dalam" (akar) dan prinsip yang "menjulang tinggi" (puncak).
Menjadi pribadi yang berprinsip berarti memiliki pendirian yang nggak bisa digoyang oleh sogokan materi ataupun tekanan sosial.
Ketangguhan yang Sementara โ
Namun, perlu diingat juga bahwa sekuat apa pun gunung menjaga stabilitas bumi, ada batasnya.
Di Hari Kiamat nanti, Allah berfirman dalam Surah Al-Muzzammil: 14 bahwa gunung-gunung akan menjadi tumpukan pasir yang berterbangan:
ููููู ู ุชูุฑูุฌููู ุงููุฃูุฑูุถู ููุงููุฌูุจูุงูู ููููุงููุชู ุงููุฌูุจูุงูู ููุซููุจูุง ู ููููููุงู
"Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncang keras, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berhamburan." (QS. Al-Muzzammil: 14)
Jika gunung yang begitu kokoh saja bisa hancur, apalagi manusia yang sombong dengan kekuasaan dunianya?
Satu-satunya yang akan tetap kokoh hanyalah amal shalih kita yang didasari iman.
Refleksi โ
Alam semesta ini didesain dengan presisi untuk kenyamananmu. Syukuri desain Allah dengan ketaatan.
Jangan jadi pribadi yang "gampangan" ikut arus. Fokus pada akar (keyakinan/prinsip) sebelum sibuk pamer pencapaian. Tanpa akar yang kuat, prestasimu cuma nunggu waktu buat rubuh.
Gunung aja punya misi buat nahan bumi, masa kamu hidup tanpa fondasi yang kuat?
Sekarang, mari kita beralih dari yang tinggi dan kokoh ke yang dalam dan misterius. Selanjutnya, kita akan menyelami kegelapan lautan yang menyimpan rahasia besar tentang cahaya dan kehidupan.