21. Nabi Nuh AS: Resilience di Tengah Tekanan Sosial โ
Bagaimana cara tetap teguh ketika semua orang di sekitarmu berada di jalur yang berbeda?
Pernah nggak kamu ngerasa "berenang sendirian" melawan arus? Di tengah pergaulan yang menganggap maksiat itu biasa dan syariat itu kuno, kamu yang mencoba konsisten justru dicibir sebagai kaku atau ketinggalan zaman.
Jika kamu merasa terjepit dalam lingkungan yang sulit, tenang... kamu tidak sendirian.
Dakwah Tanpa Henti โ
Nabi Nuh AS adalah contoh ketahanan mental luar biasa. Beliau berdakwah siang dan malam, secara terbuka maupun rahasia, tapi orang-orang justru menutup telinga dan menutupi wajah mereka karena tidak sudi melihat wajah beliau.
ููุงูู ููุง ููููู ู ููููุณู ุจูู ุถูููุงููุฉู ูููููฐูููููู ุฑูุณูููู ู ููู ุฑููุจูู ุงููุนูุงููู ูููู . ุฃูุจููููุบูููู ู ุฑูุณูุงููุงุชู ุฑูุจููู ููุฃููุตูุญู ููููู ู ููุฃูุนูููู ู ู ููู ุงูููููู ู ูุง ููุง ุชูุนูููู ูููู
"Nuh menjawab: 'Hai kaumku, tidak ada padaku kesesatan sedikitpun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam. Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui'." (QS. Al-A'raf: 61-62)
Mereka bahkan menghina: "Kami tidak melihat pengikutmu kecuali orang-orang yang rendah kedudukannya." Tapi Nabi Nuh AS tidak butuh validasi dari mayoritas yang keliru. Fokus beliau cuma satu: menjalankan yang diperintahkan.
Bahtera di Tengah Badai โ
Kisah "Bahtera Nuh" mengajarkan tentang ideologi sebagai penyelamat. Saat disuruh membangun kapal besar di tengah padang pasir yang kering, orang-orang tertawa. Tapi ketika banjir datang, hanya mereka di atas kapal yang selamat.
Dalam kehidupan modern, kita juga menghadapi "banjir" fitnah dan godaan. Prinsip yang kita pegang adalah seperti kapalโmeski terlihat aneh di mata orang lain, itulah yang akan menyelamatkan.
Konsistensi di Tengah Ujian โ
Perjalanan Nabi Nuh AS mengajarkan bahwa kebatilan akan tenggelam dalam kehinaannya sendiri, dan kebenaran akan mengapung. Ujian hidup ini hanyalah sesaat dibandingkan dengan janji yang lebih besar.
Konsistensi dalam berpegang pada prinsip di tengah tekanan adalah bentuk kesetiaan pada diri sendiri.
Refleksi โ
Jangan gampang menyerah karena usahamu ditolak atau diabaikan. Jangan patah semangat cuma gara-gara dijauhi teman atau dicibir netizen. Yang terpenting bukan jumlah pengikut, tapi keteguhan dalam melakukan yang benar.
Tetaplah konsisten mengajak pada kebaikan dengan sabar, dan yakinlah bahwa setiap usaha baik ada waktunya berbuah.
Banjir sudah surut, peradaban baru telah dimulai. Namun, tak lama kemudian manusia kembali terjebak dalam kesombongan. Kali ini, mereka punya kekuatan fisik yang luar biasa. Bagaimana cara menghadapi kaum yang merasa paling kuat? Kisah selanjutnya akan membawa kita ke Kaum 'Ad dan nabi mereka.