49. Liberalisme: Kebebasan yang Memperbudak
Apakah kebebasan tanpa batas benar-benar membebaskan?
Dari kritik sistem ekonomi yang menindas, kita beralih ke sesuatu yang lebih personal: ideologi yang menjanjikan kebebasan individu tapi justru menciptakan bentuk perbudakan baru.
Pernahkah kamu merasa "bebas banget" buat ngelakuin apa aja, tapi di akhir hari malah ngerasa kosong, hampa, dan tidak punya pegangan?
Kita hidup di zaman di mana "Kebebasan Individu" jadi semacam agama baru. Kita diajarkan kalau kita boleh jadi apa aja, cinta sama siapa aja, dan ngelakuin apa aja selama tidak merugikan orang lain.
Tapi, kenapa di tengah puncak kebebasan ini, tingkat bunuh diri, depresi, dan kehancuran moral malah makin meroket?
Inilah ilusi yang ditawarkan oleh Liberalisme: Sebuah janji kebebasan yang sebenarnya adalah bentuk perbudakan baru.
Menjadi Budak Hawa Nafsu
Liberalisme meletakkan manusia (individu) sebagai otoritas tertinggi buat nentuin apa yang benar dan salah. Tidak ada lagi standar mutlak dari Tuhan.
Al-Quran sudah mengingatkan tentang bahaya orang yang menjadikan "keinginannya" sebagai tuhannya sendiri.
أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا
"Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?" (QS. Al-Furqan: 43)
Inilah esensi dari kebebasan palsu. Ketika kamu merasa bebas buat ngikutin nafsu, sebenarnya kamu lagi jadi "budak" dari nafsu itu sendiri.
Kamu tidak bisa berhenti, kamu tidak punya kontrol, dan kamu terus-menerus haus akan kepuasan yang tidak pernah ada habisnya.
Hancurnya Tatanan Sosial
Liberalisme merusak unit terkecil peradaban: Keluarga.
Atas nama kebebasan, orang malas menikah, malas punya anak, dan lebih milih hubungan tanpa komitmen.
Atas nama kebebasan, nilai-nilai sakral agama dihina. Atas nama kebebasan, fitrah manusia sebagai laki-laki dan perempuan diacak-acak.
Hasilnya? Masyarakat yang rapuh secara mental, tidak punya identitas, dan gampang dimanipulasi sama kepentingan industri yang dapet untung dari gaya hidup bebas kita.
Pertanggungjawaban Pilihan
Setiap "kebebasan" yang kita nikmati di dunia akan dimintai pertanggungjawabannya.
Di hadapan Allah, kita tidak bisa berdalih "ini kan hidup saya, hak saya". Allah akan bertanya: "Aku kasih kamu akal dan petunjuk, kenapa kamu malah milih buat jadi budak nafsumu?"
Surga adalah tempat bagi mereka yang sanggup mengendalikan dirinya di dunia, sementara neraka adalah tempat bagi mereka yang memuja kebebasan tanpa batas.
Refleksi
Jangan merasa keren pas kamu melanggar aturan Allah atas nama "ekspresi diri".
Standar keren kita adalah sejauh mana kita bisa menjaga kesucian diri dan ketaatan di tengah dunia yang makin gila ini.
Jadilah pribadi yang punya prinsip, yang bangga sama identitasnya, dan tidak gampang kemakan jargon-jargon kebebasan palsu.
Merdekakan jiwamu dengan hanya sujud pada Sang Pencipta.
Liberalisme merusak moral. Sekarang, mari kita bedah sistem politik yang katanya paling ideal tapi sebenarnya cuma ilusi kedaulatan: Kritik Demokrasi.