Skip to content

53. Feminisme vs Islam: The Real Empowerment untuk Wanita

Apakah kesamaan mutlak benar-benar memuliakan wanita?


Dari kritik terhadap invasi pemikiran, kita beralih ke isu yang sangat dekat dengan kehidupan keluarga: peran wanita dalam Islam.

Pernahkah kamu merasa kalau isu "Hak Wanita" sekarang itu makin dibungkus sama narasi yang merusak keluarga? Kita diajarkan kalau wanita baru bisa disebut "berdaya" kalau dia bisa menyaingi laki-laki dalam segala hal, termasuk dalam berpakaian terbuka dan menunda pernikahan demi karir.

Kita sering dengar slogan "Tubuhku adalah Otoritasku". Seolah-olah selama ini Islam itu menindas wanita dan membatasi gerak mereka.

Tapi, benarkah Feminisme adalah jalan menuju kebahagiaan wanita? Atau justru Feminisme sedang melepaskan wanita dari kemuliaannya sebagai pendidik generasi?


Keadilan vs Kesamaan

Feminisme menuntut "Kesamaan Mutlak" (Equality) antara laki-laki dan perempuan. Mereka ingin menghapus batasan fitrah. Tapi Islam menawarkan "Keadilan" (Equity) berdasarkan fitrah masing-masing.

Allah menciptakan keduanya dengan potensi yang berbeda buat saling melengkapi, bukan buat saling bersaing atau bermusuhan.

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ

"...Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya..." (QS. Al-Baqarah: 228)

Kata Darajah (tingkatan kelebihan) di sini bukan soal kehormatan, tapi soal Tanggung Jawab (Kepemimpinan/Qawwamah). Laki-laki wajib menanggung nafkah, keamanan, dan pendidikan keluarga, sementara wanita punya hak buat dimuliakan, dijaga kesuciannya, dan dijamin nafkahnya.


Eksploitasi di Balik Jargon Pemberdayaan

Sistem Kapitalisme sangat butuh Feminisme. Kenapa? Biar tenaga kerja makin banyak (murah) dan konsumen produk kecantikan makin membludak.

Mereka pengen wanita keluar rumah bukan buat merdeka, tapi buat jadi "baut" di mesin industri mereka. Mereka pengen wanita pamer aurat agar industri fashion dan hiburan makin cuan.

Hasilnya? Wanita makin stres karena harus sempurna secara karir dan fisik, sementara anak-anak kehilangan figur ibu di rumah. Angka perceraian naik, dan institusi keluarga pun hancur.


Akuntabilitas Peran

Setiap peran yang kita ambil—sebagai suami atau istri—akan dimintai pertanggungjawabannya. Di hadapan Allah, seorang wanita tidak akan ditanya "kenapa jabatanmu tidak lebih tinggi dari laki-laki", tapi akan ditanya: "Bagaimana kamu jaga kesucian dirimu dan bagaimana kamu mendidik anak-anakmu?"

Ketaatan pada fitrah adalah kunci buat dapetin surga melalui pintu mana saja yang diinginkan wanita.


Refleksi

Jangan mau di-brainwash sama narasi feminis yang bikin kamu benci sama peran rumah tanggamu!

Jadilah wanita yang cerdas intelektualnya, punya wawasan luas, tapi tetap lembut dan anggun dalam fitrah keibuannya.

Kalau kamu laki-laki, jadilah pelindung (Qawwam) yang amanah, yang memuliakan wanitamu sebagaimana Rasulullah SAW mencontohkan.

Persaingan kita bukan antara laki-laki dan perempuan, tapi persaingan buat jadi yang paling bertaqwa di hadapan Allah.


Feminisme merusak keluarga. Sekarang, mari kita lihat bagaimana "Pluralisme" mencoba merusak akidah kita dengan narasi "Semua Agama Sama Saja"!

Dibuat dengan ❤️ untuk umat Islam