Skip to content

27. Nabi Lut AS: Menjaga Fitrah di Tengah Normalisasi Penyimpangan

Bagaimana cara menjaga batasan moral ketika yang menyimpang dianggap normal?


Isu penyimpangan seksual mungkin kerasa kayak masalah modern yang baru muncul gara-gara medsos, tapi Al-Quran udah nyeritain sejarah kaum yang ngelakuin ini ribuan tahun lalu: Kaum Sodom.

Kisah Nabi Lut AS bukan soal kebencian, tapi soal menjaga kemurnian fitrah manusia dan hukum biologis yang sudah Allah tetapkan sejak awal penciptaan. Di zaman di mana "kebebasan orientasi" dipuja sebagai kemajuan, kisah ini hadir sebagai pengingat buat kita semua.


Penyimpangan yang Dianggap Normal

Kaum Nabi Lut AS menolak menikah dengan wanita dan secara kolektif lebih memilih sesama jenis. Mereka melakukan ini secara terang-terangan dan bahkan bangga sama perbuatan mereka.

Nabi Lut AS datang buat ngingetin mereka kalau ini adalah perbuatan yang melampaui batas dan menjijikkan.

أَتأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ . وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُم مِّنْ أَزْوَاجِكُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ

"Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas." (QS. Asy-Syu'ara: 165-166)

Nabi Lut AS dibenci bukan karena beliau jahat, tapi karena beliau dianggap "terlalu suci" buat mereka yang sudah mati rasa moralnya.


Normalisasi Penyimpangan

Narasi global hari ini pengen kita percaya kalau orientasi seksual adalah pilihan bebas tanpa batas. Mereka bilang "cinta itu cinta" tanpa batasan.

Tapi Islam ngajarin kalau cinta itu harus berada di bawah naungan syariat agar menghasilkan keberkahan dan keberlangsungan generasi. Normalisasi penyimpangan fitrah adalah awal dari kehancuran institusi keluarga yang merupakan unit terkecil peradaban.

Tanpa keluarga yang sehat, masyarakat akan runtuh secara mental dan fisik.


Akuntabilitas Moral

Kehancuran kaum Sodom adalah bukti kalau Allah nggak main-main sama perusakan fitrah manusia. Kita nggak boleh diam atau sekadar "ngikut aja" sama narasi dunia yang makin nggak masuk akal ini.

Kita harus punya prinsip yang kuat buat membela kemurnian akhlak. Menjaga fitrah adalah menjaga masa depan kemanusiaan itu sendiri.


Refleksi

Setiap perbuatan yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawabannya. Di hadapan Allah, tidak ada pembelaan atas nama "kebebasan individu" jika kebebasan itu digunakan untuk merusak ketetapan-Nya.

Jangan mau digaslighting sama narasi yang bilang "toleransi itu nerima segala jenis kemaksiatan". Toleransi dalam Islam itu menghargai keberadaan orang, tapi tetap tegas terhadap perbuatan yang salah secara syara'.

Lindungi dirimu, keluarga, dan generasimu dari propaganda yang ngerusak fitrah lewat film, musik, atau pendidikan yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Jadilah orang yang punya integritas moral yang tinggi di tengah zaman yang serba bebas ini.


Fitrah harus dijaga dengan ketegasan moral. Sekarang, mari kita lihat kisah sukses Nabi Yusuf AS: bagaimana cara mengubah musibah menjadi visi besar untuk membangun negara di tengah krisis.

Dibuat dengan ❤️ untuk umat Islam