Skip to content

54. Pluralisme: Religious Relativism yang Menjaga Akidah โ€‹

Apakah semua agama benar dan sama?


Dari kritik terhadap isu gender, kita beralih ke sesuatu yang paling fundamental: keyakinan kita tentang kebenaran agama.

Pernahkah kamu diajak buat ikutan acara "doa lintas agama" atau dengar narasi kalau "surga itu luas, semua orang baik pasti masuk surga tidak peduli apa agamanya"?

Kita diajarkan kalau toleransi itu berarti kita harus mengakui kalau semua kebenaran itu relatif. Kita sering dengar slogan "Semua Jalan Menuju Roma", seolah-olah semua agama itu cuma beda "kemasan" doang tapi isinya sama.

Tapi, benarkah Pluralisme adalah bentuk toleransi yang benar? Atau justru Pluralisme sedang menghancurkan akidah kita agar kita kehilangan keyakinan mutlak pada Islam?


Kebenaran yang Mutlak โ€‹

Pluralisme agama meletakkan semua agama dalam level yang sejajar. Mereka bilang tidak boleh ada klaim kebenaran sepihak. Tapi Islam menegaskan kalau kebenaran itu datangnya dari Allah dan sudah final.

Al-Quran sudah ngasih "garis keras" tentang agama yang diterima di sisi Allah.

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ูŽ ุนูู†ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู

"Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam..." (QS. Ali Imran: 19)

Inilah esensi dari Religious Absolutism. Pas kita mulai ragu dan bilang "mungkin agama lain juga benar", berarti akidah kita sedang "masuk angin".

Toleransi dalam Islam itu artinya Lakum Dinukum Waliyadin (Untukmu agamamu, untukku agamaku)โ€”kita menghargai keberadaan orang lain, kita berbuat baik sama mereka, tapi kita tidak boleh mengakui kebenaran keyakinan mereka.


Sinkretisme dan Agenda Global Religion โ€‹

Sistem dunia hari ini (Globalisme-Sekular) sangat ingin menghapus jati diri agama-agama yang kuat, terutama Islam. Kenapa? Biar manusia gampang disatukan dalam satu nilai global: yaitu Materialisme.

Pluralisme adalah alat politik buat "melembekkan" umat Islam agar mereka tidak lagi punya ghirah buat membela agamanya.

Mereka pengen kita jadi muslim yang "inklusif" sampai-sampai kita tidak berani bilang kalau Syirik itu adalah dosa terbesar. Hasilnya? Umat Islam jadi tidak punya prinsip dan gampang disetir sama kepentingan asing.


Akuntabilitas Iman โ€‹

Setiap keraguan yang kita pelihara terhadap kebenaran Islam akan ditanya. Di hadapan Allah, cuma iman yang murni yang bakal diterima.

Syahadat kita bukan cuma sekadar ucapan, tapi sebuah Komitmen Ideologis kalau kita menolak segala jenis ketuhanan dan sistem aturan selain dari Allah. Mencampur Islam dengan pluralisme berarti mengotori kesucian syahadat kita.


Refleksi โ€‹

Jangan mau jadi muslim yang "kagetan" sama narasi toleransi kebablasan! Belajarlah cara bergaul yang baik sama non-muslim tanpa harus mengorbankan akidah.

Berbuat baiklah sama tetangga atau temen kantormu yang beda agama, tapi tetap tegas kalau dalam urusan akidah dan ibadah, kita punya garis yang tidak bisa dinegosiasikan.

Jadilah pribadi yang cerdas: pinter sosiologinya, tapi kokoh akidahnya.


Kritik ideologi sudah tuntas. Sekarang, mari kita bangun karakter internal kita. Bagaimana cara punya mental sekuat baja di tengah tekanan hidup?

Dibuat dengan โค๏ธ untuk umat Islam