18. Sistem Sanksi (Uqubat): Keadilan yang Menjaga Keselamatan Masyarakat
Apakah hukuman itu untuk balas dendam atau perlindungan?
Dunia sekarang penuh sama berita kriminal yang bikin kita geleng-geleng kepala. Koruptor yang dipenjara cuma sebentar di sel mewah, pelaku kekerasan seksual dapet hukuman ringan dengan alasan yang nggak masuk akal, sementara rakyat kecil dihukum berat buat kesalahan sepele.
Hukum hari ini jadi kayak jaring laba-laba: cuma nangkep yang kecil, tapi jebol sama yang gede dan berduit. Sementara itu, korban seringkali tidak mendapatkan keadilan yang selayaknya.
Keadilan Tanpa Pandang Bulu (The Al-Mizan Principle)
Islam hadir dengan sistem sanksi yang didesain buat mewujudkan keadilan sejati melalui dua fungsi utama: pencegahan dan efek jera di dunia, serta penebus dosa bagi pelaku di akhirat.
Sistem sanksi Islam itu tegas, cepat, dan transparan. Tidak ada diskriminasi antara rakyat jelata dan keluarga penguasa. Mencuri dengan syarat tertentu berakibat potong tangan, membunuh dibalas dengan hukuman yang setimpal, berzina dicambuk atau dirajam.
Kedengarannya keras? Tapi lihat hasilnya dalam sejarah: tingkat kriminalitas yang sangat rendah dan masyarakat yang sangat aman.
وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 179)
Apa maksudnya "dalam qishash ada kehidupan"? Logikanya begini: kalau seorang calon pembunuh tahu kalau dia bakal dibalas dengan hukuman yang setimpal, dia bakal mikir seribu kali sebelum berbuat jahat.
Satu nyawa yang melayang secara hukum justru menyelamatkan ribuan nyawa lainnya yang mungkin jadi korban kalau hukumnya lembek. Inilah keadilan yang sesungguhnya.
Human Rights yang Salah Sasaran & Sistem yang Gagal
Sistem dunia sekarang sering teriak "HAM" buat melindungi pelaku kejahatan dengan dalih hak asasi, tapi lupa sama hak korban yang hancur hidupnya. Penjara hari ini malah jadi "sekolah" buat penjahat baru, bukannya tempat taubat.
Islam ingin melindungi lima hal dasar: Agama, Jiwa, Akal, Keturunan, dan Harta. Sistem sanksi Islam bukan buat menyiksa atau balas dendam, tapi buat "membersihkan" masyarakat dari penyakit kriminalitas agar semua orang bisa hidup tenang tanpa rasa takut.
Islam memandang satu nyawa manusia jauh lebih berharga daripada seluruh dunia. Makanya sistemnya didesain untuk melindungi nyawa tersebut dengan tegas.
Pertanggungjawaban di Mahkamah Ilahi
Setiap hakim yang memutuskan perkara secara tidak adil akan dimintai pertanggungjawabannya. Di Hari Pembalasan nanti, semua perkara yang nggak tuntas di dunia akan diputuskan di hadapan Mahkamah Ilahi.
Sanksi dunia dalam Islam bagi seorang muslim bisa menjadi penebus dosa, sehingga di akhirat nanti dia nggak perlu dihukum lagi. Betapa rahmatnya sistem ini bagi mereka yang bertaubat dan menerima hukuman dengan ikhlas.
Refleksi
Jangan mau termakan propaganda yang bilang hukum Islam itu "kejam". Yang kejam adalah membiarkan koruptor bebas, membiarkan penjahat berkeliaran, dan membiarkan korban terus menderita tanpa keadilan.
Hukum Allah adalah bentuk kasih sayang yang paling tinggi buat menjaga keberlangsungan peradaban manusia. Tugas kita adalah memahami bahwa keadilan ini adalah untuk melindungi semua orang, termasuk kita dan keluarga kita.
Sistem hidup sudah lengkap kita bedah. Sekarang, siapa yang bakal memimpin semua ini dan menjamin semua aturan ini berjalan? Mari kita lihat konsep kepemimpinan dalam Islam.