67. Ashabul Jannah: Greedy Management & Tanpa Empati
Bagaimana mengatasi keserakahan dan membangun empati dalam berbagi?
Pernah ngerasa "pelit" buat berbagi cuma gara-gara takut hartamu habis?
Kamu kerja keras ngerawat "kebun" karir atau bisnismu, dan pas waktunya dapet hasil, kamu mikir: "Ini hasil keringet gue sendiri, kenapa gue harus kasih ke orang lain?"
Kita sering terjebak dalam logika di mana kita pengen nguasain semua profit buat diri sendiri dan ngerasa orang miskin itu cuma beban.
Kisah pemilik kebun dalam Surah Al-Qalam hadir buat ngebongkar mentalitas kikir kita.
Rencana "Panen Rahasia"
Ashabul Jannah adalah anak-anak dari seorang ayah yang sholeh dan dermawan.
Pas ayahnya meninggal, mereka mutusin buat ngerubah "SOP" kebunnya. Mereka nggak mau lagi ngasih bagian buat fakir miskin kayak yang dilakuin ayahnya dulu.
Mereka berencana buat panen pagi-pagi buta sebelum orang miskin dateng minta jatah.
أَن لَّا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُم مِّسْكِينٌ . وَغَدَوْا عَلَىٰ حَرْدٍ قَادِرِينَ
"... Bahwa pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam kebunmu mengalahkan kamu. Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (memberinya)." (QS. Al-Qalam: 24-25)
Lupa Sang Pemilik
Mereka ngerasa "mampu" buat ngontrol segalanya dan ngilangin variabel sedekah dari neraca keuangan mereka.
Mereka lupa kalau Allah-lah yang numbuhin kebun itu.
Ini pelajaran penting: kita dan segala harta kita berasal dari Allah, maka nggak logis kalau kita pake harta itu buat nolak perintah Allah.
Realitas Profit Only
Sistem dunia hari ini sering ngajarin kita buat jadi "serakah" atas nama pertumbuhan ekonomi.
Mereka ngerasa kalau CSR atau zakat itu cuma beban operasional yang harus diminimalisir.
Mereka ngerasa kalau mereka sukses karena kehebatan manajemen mereka sendiri.
Hasilnya? Kesenjangan ekonomi yang gila-gilaan. Rakyat kecil cuma dapet ampas, sementara para pemilik modal nimbun kekayaan di atas penderitaan orang lain.
Kisah Ashabul Jannah nampar cara kita ngelola aset. Allah kirimkan "bencana" pas mereka lagi tidur, dan pas mereka bangun pagi-pagi, kebunnya sudah jadi abu hitam yang tandus.
Mereka bangkrut seketika!
Keadilan, Bukan Kebaikan Hati
Sebagai muslim, kita harus sadar kalau harta kita itu ada hak orang lain di dalamnya.
Sedekah dan zakat bukan cuma soal "kebaikan hati", tapi soal Keadilan.
Tanpa empati, bisnismu cuma nunggu waktu buat hancur berkeping-keping karena nggak ada keberkahan di dalamnya.
Akuntabilitas Manajemen
Setiap sen yang kita pelitkan buat kebaikan bakal jadi penyesalan yang pahit.
Para pemilik kebun itu akhirnya sadar dan bertaubat pas sudah kehilangan segalanya.
Jangan sampe kita baru sadar pas "kebun" hidup kita sudah jadi abu.
Di akhirat nanti, tangan-tangan yang kikir bakal dibelenggu, sementara tangan yang dermawan bakal dapet naungan dari Allah.
Refleksi
Audit mindset bisnismu sekarang! Apakah kamu tipe orang yang "perhitungan" banget sama hal kebaikan?
Apakah kamu lebih mentingin pundi-pundi tabunganmu daripada ngebantu sesama?
Berhentilah jadi orang kikir! Belajarlah buat dermawan.
Ingat, harta yang kamu simpen itu belum tentu jadi milikmu, tapi harta yang kamu sedekahin itulah harta yang sebenernya bakal kamu bawa mati.
Ashabul Jannah adalah kegagalan individu karena serakah. Sekarang, mari kita lihat kegagalan sebuah negara: Kaum Saba yang hancur karena ingkar nikmat.